Harga Emas , Tergelincir Siang Hari, Investor Menanti Data Inflasi AS

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:31 WIB Sumber: Reuters
Tergelincir Siang Hari, Investor Menanti Data Inflasi AS

ILUSTRASI. Tergelincir Jelang Tengah Hari, Investor Menanti Data Inflasi AS. REUTERS/Toby Melville/File Photo


KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Harga emas turun tipis pada perdagangan jelang tengah hari ini. Kini para investor menunggu data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini dan diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Selasa (9/8) pukul 10.30 WIB, harga emas spot turun 0,2% ke US$ 1.784,49 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2022 juga melemah 0,2% menjadi US$ 1.801,20 per ons troi.

Pada hari Senin, harga emas naik menuju level tertinggi satu bulan setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil US Treasury melemah karena data laporan pekerjaan di Negeri Paman Sam.

Saat ini, investor menantikan laporan harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli, yang akan dirilis pada hari Rabu (10/8). Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, inflasi tahunan AS turun menjadi 8,7% dari 9,1% di Juni lalu.

Baca Juga: Harga Emas Ditutup Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

"Investor memahami bahwa baik AS dan ekonomi global menghadapi tantangan yang signifikan, tetapi penekanannya adalah pada pertanyaan berapa lama suku bunga yang lebih tinggi akan menjadi beban di pasar," kata Clifford Bennett, Chief Economist di ACY Securities.

"Pelemahan kejutan apa pun dalam angka inflasi AS bisa menjadi katalis untuk lonjakan harga emas yang luar biasa."

Para investor di pasar future sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 75 bps di pertemuan kebijakan The Fed bulan September mendatang naik menjadi 64,5%.

Meskipun emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga AS yang lebih tinggi menumpulkan daya tarik emas yang tidak menghasilkan.

Selain dari AS, emas mendapat sentimen dari rencana China yang bakal melakukan latihan militer baru di sekitar Taiwan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari Presiden AS Joe Biden, sehari setelah berakhirnya latihan terbesar Beijing yang dijadwalkan untuk memprotes kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan di pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana

Terbaru